Ideologi belanda

Ideologi belandaBelanda mengenal apa yang disebut demokrasi parlementer. Sedangkan bentuk negaranya adalah monarki konstitusional. Lalu apa yang dimaksud dengan demokrasi ini? Bagaimana pengisiannya dan masalah apa yang dihadapi demokrasi ini? Kita jumpai ketua parlemen Belanda, Tweede Kamer, atau majelis rendah, Frans Weisglas.

Jantung demokrasi BelandaPak Frans menjelaskan, sebenarnya Tweede Kamer atau majelis rendah inilah yang merupakan jantung demokrasi Belanda, lebih penting perannya dalam kehidupan politik di Belanda katimbang Eerste Kamer atau majelis tinggi. Hal ini bukannya dikatakan Pak Frans Weisglas karena ia adalah ketua majelis rendah, namun kenyataannya adalah bahwa hak politik majelis rendah lebih besar katimbang majelis tinggi.Sistem dualismeKabinet Belanda harus mendapat dukungan mayoritas di kedua majelis ini, namun dukungan di Tweede Kamer adalah yang terpenting. Semua usul, rancangan undang-undang dan kebijakan pemerintah harus melalui Tweede Kamer. Koalisi yang mendukung pemerintah ini menyusun perjanjian pemerintahan namun ini tidak berarti partai koalisi selalu harus mendukung pemerintah. Belanda mengenal sistem dualisme.. Relatif stabil
Demokrasi Belanda ini memang menyebabkan negara ini mendapat sistem politik yang relatif stabil, hampir tidak ada perubahan drastis. Lalu mengapa Belanda tidak mengekspor demokrasinya ke bekas jajahannya Indonesia ? Mengapa sistem politik mapan ini tidak diajarkan kepada Nusantara ? Hal ini berbeda sekali dengan Inggris yang mewariskan sistem demokrasi mapan di India. Kita jumpai pak Adri Lapian, guru besar sejarah yang menekuni hubungan antara Belanda dengan Indonesia.

Contoh positif
Jadi sikap Belanda terlalu meremehkan orang Indonesia saat itu, yang dianggap belum matang dalam hal berdemokrasi. Bagi para pemimpin Indonesia sendiri, demokrasi di Belanda merupakan contoh positif, mereka menikmati kebebasan di Belanda yang tidak mereka nikmati di Nusantara atau yang saat itu disebut Hindia Belanda.Semuanya terlambat, demikian pak Adri Lapian menilai kebijakan politik kolonial Belanda. Dan dampakya bisa kita simak dalam sejarah demokrasi di Indonesia, tersendat-sendat, demikian pak Lapian.

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: